MEF Menu
Middle East ForumSupport MEF
Middle East Forum · Middle East Forum
Articles by Islamist Watch

Pendidikan publik Texas harus melepaskan diri dari pengaruh islamis

Beragam yayasan pemberi hibah, lembaga amal, dan kelompok dakwah islamis, sebagian berkaitan dengan organisasi ekstremis kekerasan, beroperasi secara terbuka di lembaga pendidikan publik di seluruh Texas.

Sam Westrop memimpin Islamist Watch sejak Maret 2017. Ia juga merupakan peneliti senior di Texas Public Policy Foundation. Sebelumnya, ia menjalankan Stand for Peace, sebuah organisasi kontra-ekstremisme yang berbasis di London.

Ketika perhatian yang selama ini sangat dibutuhkan akhirnya diarahkan pada pengaruh yang tidak proporsional dan sebelumnya kurang diberitakan dari rezim asing seperti Qatar terhadap pendidikan publik di Texas, beragam organisasi islamis domestik, dengan memanfaatkan sistem organisasi nirlaba 501(c) Amerika yang mudah dieksploitasi, menyalurkan dana dan menyuntikkan pengaruh ke sekolah-sekolah dan universitas negeri di seluruh negara bagian itu. Hal ini terungkap dari penelaahan data laporan pajak Form 990.

Pada 2016, Texas A&M dengan senang hati menerima sumbangan bernilai jutaan dolar dari Islamic Food and Nutrition Council (IFANCA), lembaga sertifikasi halal terkemuka. Sejak itu, IFANCA telah menyalurkan 5,4 juta dolar AS kepada universitas negeri tersebut, termasuk hibah terbaru pada 2024 sebesar 300.000 dolar AS untuk membentuk “Dean’s Excellence Scholarship” yang baru. Sekilas, kemitraan itu tampak tidak berbahaya, dengan dana yang digunakan untuk “membangun program keragaman pangan” dan “menyiapkan generasi berikutnya ilmuwan pangan yang berwawasan global.”

Namun, setiap tahun, IFANCA, yang membanggakan cadangan dana lebih dari 132 juta dolar AS dalam aset yang dilaporkan, menyalurkan jutaan dolar kepada sejumlah organisasi islamis terkemuka di Amerika, termasuk jaringan Salafi, Deobandi, Qutbist, dan Jamaat-e-Islami.

Pada 2024, penyaluran dana IFANCA senilai 2,2 juta dolar AS mencakup Texas A&M di antara sederet organisasi radikal, termasuk 500.000 dolar AS kepada Helping Hand for Relief and Development, lembaga amal di Michigan yang memiliki kantor di Texas, yang pada 2017 bermitra dengan organisasi teroris yang ditetapkan Amerika Serikat, Lashkar-e-Taiba. Helping Hand adalah sayap amal Jamaat-e-Islami cabang Pakistan di Amerika Serikat. Selama beberapa dekade terakhir, cabang-cabang Jamaat-e-Islami dan regu-regu mautnya telah melakukan aksi teror dan pembunuhan massal di Pakistan, Kashmir, dan Bangladesh.

Penerima hibah IFANCA lainnya pada 2024 mencakup cabang Chicago dari Council on American-Islamic Relations (CAIR), yang ditetapkan Gubernur Texas Greg Abbott sebagai organisasi teroris oleh negara bagian pada November 2025; serta Institute of Islamic Education, sebuah madrasah Deobandi yang, menurut satu studi, memiliki “pola umum isolasi sosial dari masyarakat Amerika yang lebih luas” sebagai “norma.” Mufti Yasir Wajidi, pengajar utama di lembaga yang didanai IFANCA itu, adalah pendukung antusias serangan Hamas pada 7 Oktober, dan salah satu pengagum Taliban terkemuka di Amerika.

Kemitraan IFANCA dengan Texas A&M berlanjut hingga hari ini, termasuk melalui beasiswa tambahan dan acara bersama.

IFANCA bukan satu-satunya contoh pemodal islamis yang juga mendanai lembaga publik di Texas. Dua lembaga amal di Virginia, Mirza Family Foundation dan Altalib Family Foundation, bersama-sama telah memberikan setidaknya 35.000 dolar AS kepada University of Texas at Dallas. Kedua yayasan itu merupakan bagian dari jaringan Safa, kumpulan entitas nirlaba dan entitas berorientasi laba yang berbasis di Virginia yang dituduh pemerintah federal terlibat dalam kegiatan pendanaan teror pada dekade 2000-an. Lembaga unggulan jaringan Safa, bernama International Institute of Islamic Thought, dipandang sebagai organisasi riset kebijakan Ikhwanul Muslimin terkemuka di Barat, dan menjalin hubungan erat dengan pemerintah islamis di Malaysia, Qatar, dan Turki.

Yaqub Mirza, yang mendirikan Mirza Family Foundation, adalah lulusan University of Texas. Sebuah memo FBI tahun 1988 mencantumkan Mirza sebagai anggota Ikhwanul Muslimin. Pada 2003, rumah Mirza termasuk di antara entitas jaringan Safa yang digerebek agen federal yang menyelidiki operasi teror jaringan tersebut. Situs web University of Texas at Dallas secara terpisah mencantumkan Mirza dan yayasannya sebagai donor.

Donor lain University of Texas at Dallas, M B Ahmed Foundation yang berbasis di Plano, telah memberikan setidaknya 315.000 dolar AS kepada universitas itu sejak 2021. Penerima manfaat yayasan tersebut lainnya mencakup Council on American-Islamic Relations dan Muslim Aid USA, cabang penting waralaba global Muslim Aid di Amerika Serikat, yang, sama seperti Helping Hand, didirikan oleh anggota gerakan berbahaya Jamaat-e-Islami. Pada 2010, organisasi induk Muslim Aid di Inggris terbukti (dan mengakui) telah mendanai organisasi kedok bagi kelompok teroris Hamas dan Jihad Islam Palestina.

Meah Family Foundation yang berbasis di Texas, sementara itu, telah memberikan lebih dari 700.000 dolar AS kepada University of Houston, serta 21.000 dolar AS lagi kepada Brazosport College Foundation, sponsor fiskal Brazosport College, sebuah community college negeri di Lake Jackson, Texas. Selain penerima manfaat berhaluan kiri yang terkait Beijing, CodePink, penerima hibah lain yayasan itu mencakup kelompok radikal Islamic Society of Greater Houston serta cabang Amerika Serikat dari waralaba Islamic Relief yang terkait jaringan teror.

Organisasi nirlaba 501(c) lainnya menempuh peran yang lebih bersifat kehadiran langsung dalam pendidikan publik di Texas.

Pada Februari, para aktivis di Texas menyatakan khawatir setelah terungkap bahwa kelompok dakwah islamis, WhyIslam, telah membangun operasi di Wylie East High School tanpa persetujuan. WhyIslam merupakan satu lagi proyek Islamic Circle of North America, cabang utama di Amerika Serikat dari gerakan islamis kekerasan Jamaat-e-Islami.

Situs web WhyIslam sendiri mengutip dengan nada setuju Khurram Murad, mendiang wakil presiden Jamaat-e-Islami Pakistan, sementara literaturnya menyebut “kejahatan” berupa “kemurtadan” dan meminum alkohol, membenarkan “pembunuhan sebagai pembalasan atas pembunuhan dan pemotongan anggota tubuh atas pencurian,” dan bahkan menjelaskan metode yang benar untuk merajam seseorang hingga mati:

Pada Maret 2026, para aktivis konservatif mempertanyakan keputusan Humble Independent School District menyelenggarakan kunjungan lapangan pada hari sekolah ke Centro Islamico, sebuah masjid yang dikendalikan kelompok dakwah bernama IslamInSpanish. Organisasi ini bermitra dengan sejumlah kelompok islamis terkemuka di Texas, seperti seminari Salafi terkemuka AlMaghrib Institute, yang pejabatnya antara lain Abdullah Hakim Quick, yang menyerukan pembunuhan terhadap kaum homoseksual, mendesak Tuhan untuk “menyucikan” Al-Aqsa dari “kotoran Yahud [orang Yahudi],” serta “membersihkan Afghanistan dan Irak” dari “kotoran Kafirun [orang-orang kafir].”

Dalam acara IslamInSpanish itu, seorang perwakilan kelompok islamis yang ditetapkan negara bagian, Council on American-Islamic Relations, dilaporkan berbicara di hadapan para siswa sekolah menengah atas tersebut.

Seminari lain di Texas yang cenderung Salafi, Islamic Seminary of America, menyebut “mitra” mereka mencakup University of Texas-Arlington Muslim Students Association (UTA-MSA), melalui organisasi itu seminari “menyediakan beasiswa penuh biaya kuliah bagi mahasiswa Muslim yang memenuhi syarat.” Seminari ini dipimpin Yasir Qadhi, imam radikal dari masjid East Plano Islamic Center (EPIC) yang kontroversial di Texas Utara. Qadhi pernah merekomendasikan bahwa negara syariah harus “merajam pezina” dan “membunuh … kaum homoseksual.” EPIC juga merupakan mitra resmi IslamInSpanish.

Islamic Seminary of America bukan satu-satunya organisasi nirlaba islamis di Texas yang mendanai beasiswa di lembaga publik. Mitra seminari lainnya, A Continuous Charity, adalah entitas berbasis di Irving yang menyediakan pinjaman sesuai syariah bagi mahasiswa Texas, berkolaborasi dengan organisasi nirlaba lain seperti Council on American-Islamic Relations (CAIR) dan Qard Hasan Foundation yang berbasis di Austin. A Continuous Charity menyediakan dana tersebut untuk memajukan agenda ideologis radikal. Salah satu dana, yang diselenggarakan bersama CAIR, mengalokasikan uang bagi mahasiswa yang kehilangan beasiswa karena “advokasi” untuk Palestina.

Pada 2016, anggota Islamic Education Center di Houston yang berpihak pada rezim bermusuhan mendirikan Jafari No-Interest Credit Union, yang menawarkan pinjaman biaya kuliah kepada anggota “pusat-pusat komunitas [Syiah] tertentu di Houston, Dallas, dan Austin.”

Organisasi 501(c) islamis Syiah lainnya tersebar di berbagai penjuru Texas. Sebagaimana sebelumnya dicatat Texas Public Policy Foundation, Camp Arafah yang terdaftar di Texas, misalnya, menyelenggarakan retret mahasiswa di seluruh negeri, yang dipromosikan oleh kelompok mahasiswa Syiah University of Texas. Tampaknya melanggar sanksi Departemen Keuangan Amerika Serikat, Camp Arafah mengaku memungut khums [semacam persepuluhan] atas nama mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Khamenei, sebuah tindakan yang untuk itu lembaga tersebut pasti telah memperoleh ijazah [izin] dari kantor Khamenei. Pengajar Camp Arafah mencakup operatif dan ulama yang dilatih di Iran, seperti Samira Rizvi, lulusan University of Houston yang pindah ke basis keulamaan rezim di Qom pada 2012.

Sejumlah lembaga amal yang dituduh terlibat dalam operasi pendanaan teror juga beroperasi di lembaga-lembaga di Texas. Helping Hand for Relief and Development, misalnya, adalah sayap amal Islamic Circle of North America, sekaligus sayap amal utama di Amerika Serikat dari gerakan islamis kekerasan Asia Selatan, Jamaat-e-Islami. Seperti disebutkan di atas, Helping Hand pada 2017 bermitra dengan organisasi teroris yang ditetapkan Amerika Serikat, Lashkar-e-Taiba, dan juga secara terbuka mengakui ratusan proyek bersama dengan Al-Khidmat, “sayap kesejahteraan” resmi Jamaat-e-Islami di Pakistan. Al-Khidmat secara terbuka bekerja sama dengan Hizbul Mujahedeen, kelompok teroris lain yang ditetapkan Amerika Serikat, dan secara terbuka telah mendanai organisasi teroris Hamas.

Di Texas A&M, Helping Hand beroperasi secara terbuka di kampus dengan bermitra dengan sebuah organisasi mahasiswa. Helping Hand juga menjadi sponsor MSA Lone Star Council, himpunan Muslim Student Associations di perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Texas.

Lone Star Council memperkenalkan mahasiswa pada lembaga amal lain yang berpihak pada teror. Pada 2024, koalisi mahasiswa itu menyelenggarakan penggalangan dana untuk Islamic Relief USA dan Baitulmaal. Di Gaza, Baitulmaal bekerja secara terbuka dengan proksi Hamas seperti Unlimited Friends Association, yang berjanji akan “membebaskan Al-Aqsa Al-Sharif dari kotoran orang-orang Yahudi yang paling kotor.” Kepala Baitulmaal, Mazen Mokhtar, dilaporkan merupakan mantan penggalang dana bagi Taliban dan kelompok jihadis lainnya.

Islamic Relief USA, sementara itu, didirikan sebagai cabang waralaba amal Ikhwanul Muslimin internasional, Islamic Relief. Pada 2020, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengecam “antisemitisme yang terang-terangan dan mengerikan serta pemuliaan kekerasan yang diperlihatkan pada tingkat paling senior di Islamic Relief Worldwide,” kantor pusat Islamic Relief di Inggris. Staf cabang Islamic Relief di Amerika Serikat antara lain Khaled Lamada, yang pernah menyebarkan teks di media sosial yang memuji “jihad” kaum “Mujahidin” karena “menimbulkan banyak kekalahan bagi orang-orang Yahudi,” sementara staf lain, Yousef Abdullah, memuji pembunuhan terhadap orang Yahudi, di antara pernyataan antisemit lainnya. Kini, Abdullah bekerja untuk Baitulmaal.

Di University of Texas at Dallas, Islamic Relief USA (yang baru-baru ini mengganti namanya menjadi “IDEA”) menjalankan cabang mahasiswa sendiri.

Lembaga amal islamis lain, United Mission for Relief (juga dikenal sebagai United Muslim Relief), mengaku sebagai organisasi yang dipimpin mahasiswa dengan cabang di tiga perguruan tinggi negeri Texas: University of Houston, University of Texas at Dallas, dan University of Texas at Austin. Mantan pejabat puncak United Mission for Relief antara lain Omar Shahin, mantan penggalang dana bagi lembaga amal teror di Texas yang kemudian ditetapkan, Holy Land Foundation. Pada 2002, Shahin berkhotbah: “Kalian akan terus memerangi orang-orang Yahudi sampai pertempuran mencapai sebelah timur Sungai Yordan, lalu batu dan pohon akan berkata: wahai Muslim, wahai (hamba) hamba-hamba Allah, ada seorang Yahudi di belakangku; datang dan bunuhlah dia.”

Di Gaza, bersama Baitulmaal, United Mission for Relief telah mendukung Unlimited Friends Association, lembaga amal lokal yang telah lama bekerja erat dengan para pemimpin teror senior Hamas, memberi imbalan uang tunai kepada “keluarga para syuhada” di Gaza, dan mempromosikan retorika kekerasan di berbagai laman media sosialnya.

Jelas, beragam organisasi nirlaba radikal yang menjadi bagian dari jaringan islamis berbahaya tengah memaksakan pengaruh ideologis dan finansial atas mahasiswa Muslim maupun non-Muslim, serta atas fakultas yang tidak menyadari situasinya, di lembaga-lembaga negeri di seluruh Texas. Lembaga publik, dengan menerima sumbangan atau melegitimasi kaum radikal sebagai mitra publik, bukan hanya berisiko mendorong radikalisasi dan pembelajaran yang keliru terhadap mahasiswa, tetapi juga memutihkan ekstremis dan menggeser politik komunitas Muslim agar menguntungkan kendali islamis.

Ketika Badan Legislatif Texas berupaya mengalahkan baik pengaruh asing yang merusak maupun infrastruktur organisasi nirlaba radikal di Texas, lembaga pendidikan publik niscaya akan terus menjadi medan pertempuran utama. Distrik sekolah dan universitas negeri dapat berbuat lebih banyak, saat ini juga, untuk melepaskan diri dari operasi pengaruh radikal tersebut.

Baca naskah asli dalam bahasa Inggris: Texas Public Education Must Divest From Islamist Influence

Dapatkan analisis Middle East Forum lewat email: berlangganan buletin (dalam bahasa Inggris)